Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Juni 2014

Teks Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945

Teks Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945
Di Posting Oleh : Admin
Kategori : Pengertian Pengetahuan Blog Tutorial, Teknologi dan Kesehatan: Mangaip Blog | Berita Terkini dan Terbaru: Terbaru.co.id

Teks Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 - Kemarin admin sudah update tentang pengertian demokrasi, kali ini akan share tentang teks Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, tetntu ini sangat penting sebagai warga Indonesia lebih-lebih pada masa pembelajaran dibangku sekolah sudah pasti disuruh menghafalnya, semoga teks pembukaan ini dapat bermanfaat dan yang penting kali ini admin sajikan Pembukaan UUD 1945 dengan bahassa inggris.

Pembukaan UUD 1945 (dikenal juga sebagai ‘Mukadimah’ atau Preamble) merupakan tulisan pembuka dari UUD 1945. Teks pembukaan ini tidak mengalami perubahan dalam proses Amandemen UUD 1945. Tidak dilakukannya perubahan terhadap Pembukaan ini dapat dipahami karena beberapa alasan:

  1. Pembukaan UUD 1945 mencantumkan landasan (historis) berdirinya Republik Indonesia, yaitu kemerdekaan, yang menjadi hak segala bangsa.
  2. Pembukaan UUD 1945 mengsahkan pembentukan Pemerintahan Republik Indonesia yang berdaulat.
  3. Pembukaan UUD 1945 mencantumkan tujuan negara Republik Indonesia.
  4. Pembukaan UUD 1945 mencantumkan bahwa Indonesia adalah negara yang berkedaulatan rakyat (menegaskan politik demokrasi di Indonesia).
  5. Pembukaan UUD 1945 mencantumkan landasan idiil kehidupan berbangsa dan bernegara warga negara Indonesia, yaitu Pancasila, yang dijabarkan di Alinea 4.

Teks Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945


Naskah Bahasa Indonesia:

UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945
PEMBUKAAN

Bahwa sesungguhnya Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri-kemanusiaan dan peri-keadilan.

Dan perjuangan pergerakan Kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentausa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.

Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-undang Dasar Negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada: Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, dan Kerakyatam yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.



Naskah Bahasa Inggris/English Translation
1945 CONSTITUTION OF THE REPUBLIC OF INDONESIA
PREAMBLE

Whereas independence is a genuine right of all nations and any form of alien occupation should thus be erased from the earth as not in conformity with humanity and justice,

Whereas the struggle of the Indonesian independence movement has reached the blissful point of leading the Indonesian people safely and well before the monumental gate of an independent Indonesian State which shall be free, united, sovereign, just and prosperous,

By the grace of God Almighty and urged by the lofty aspiration to exist as a free nation,

Now therefore, the people of Indonesia declare herewith their independence,

Pursuant to which, in order to form a Government of the State of Indonesia that shall protect the whole people of Indonesia and the entire homeland of Indonesia, and in order to advance general prosperity, to develop the nation’s intellectual life, and to contribute to the implementation of a world order based on freedom, lasting peace and social justice, Indonesia’s National Independence shall be laid down in a Constitution of the State of Indonesia, which is to be established as the State of the Republic of Indonesia with sovereignty of the people and based on the belief in the One and Only God, on just and civilized humanity, on the unity of Indonesia and on democratic rule that is guided by the strength of wisdom resulting from deliberation / representation, so as to realize social justice for all the people of Indonesia.

Demikian Teks Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 semoga dapat bermanfaat dan jangan lupa tetap semangat dan jangan putus asa dalam belajar. Jika merasa artikel ini penting silahkan dibagikan terhadap teman-temannya. Selamat Belajar.

Senin, 21 April 2014

Pengertian Muamalah (Segi Bahasa dan Istilah)

Pengertian Muamalah (Segi Bahasa dan Istilah)
Di Posting Oleh : Admin
Kategori : Makalah Pengetahuan Referensi Buku Blog Tutorial, Teknologi dan Kesehatan: Mangaip Blog | Berita Terkini dan Terbaru: Terbaru.co.id

Pengertian Muamalah (Segi Bahasa dan Istilah) - Dari segi bahasa, muamalah berasal dari kata aamala, yuamilu, muamalat yang berarti perlakuan atau tindakan terhadap orang lain, hubungan kepentingan. Kata-kata semacam ini adalah kata kerja aktif yang harus mempunyai dua buah pelaku, yang satu terhadap yang lain saling melakukan pekerjaan secara aktif, sehingga kedua pelaku tersebut saling menderita dari satu terhadap yang lainnya.

Pengertian Muamalah dari segi istilah dapat diartikan dengan arti yang luas dan dapat pula dengan arti yang sempit. Di bawah ini dikemukakan beberapa pengertian muamlah;Menurut Louis Ma’luf, pengertian muamalah adalah hukum-hukum syara yang berkaitan dengan urusan dunia, dan kehidupan manusia, seperti jual beli, perdagangan, dan lain sebagainya. Sedangkan menurut Ahmad Ibrahim Bek, menyatakan muamalah adalah peraturan-peraturan mengenai tiap yang berhubungan dengan urusan dunia, seperti perdagangan dan semua mengenai kebendaan, perkawinan, thalak, sanksi-sanksi, peradilan dan yang berhubungan dengan manajemen perkantoran, baik umum ataupun khusus, yang telah ditetapkan dasar-dasarnya secara umum atau global dan terperinci untuk dijadikan petunjuk bagi manusia dalam bertukar manfaat di antara mereka.

Sedangkan dalam arti yang sempit adalah pengertian muamalah yaitu muamalah adalah semua transaksi atau perjanjian yang dilakukan oleh manusia dalam hal tukar menukar manfaat.

Dari berbagai pengertian muamalah tersebut, dipahami bahwa muamalah adalah segala peraturan yang mengatur hubungan antara sesama manusia, baik yang seagama maupun tidak seagama, antara manusia dengan kehidupannya, dan antara manusia dengan alam sekitarnya.

Kepustakaan:
Ahmad Warson Munawwir, Kamus Arab- Indonesia (Cet. XIV; Surabaya: Pustaka Progressif, 1997). Louis Ma’luf, al-Munjid fi al-Lughat (Cet. XXI; Dar al-Masyruq, Beirut: 1973). Ahmad Ibrahim Bek, al-Mu’amalah asy-Syar’iyah al-Maliyah (Kairo: Dar al-Intishar, t. th). Minhajuddin, Fiqh tentang Muamalah Masa Kini (Ujungpandang: Fakultas Syariah IAIN Alaudddin, 1989).

Inilah Pengertian dan Tujuan Kajian Pustaka

Inilah Pengertian dan Tujuan Kajian Pustaka
Di Posting Oleh : Admin
Kategori : Makalah Pengetahuan Referensi Buku Blog Tutorial, Teknologi dan Kesehatan: Mangaip Blog | Berita Terkini dan Terbaru: Terbaru.co.id

Kajian pustaka dalam penelitian, baik penelitian pustaka maupun penelitian lapangan mempunyai kedudukan yang sangat penting. Bahkan tidak berlebihan jika dikatakan bahwa kajian pustaka merupakan merupakan variabel yang menentukan dalam suatu penelitian. Karena akan menentukan cakrawala dari segi tujuan dan hasil penelitian. Di samping itu, berfungsi memberikan landasan teoritis tentang mengapa penelitian tersebut perlu dilakukan dalam kaitannya dengan kerangka pengetahuan.

Oleh karena itu, pengertian kajian pustaka umumnya dimaknai berupa ringkasan atau rangkuman dan teori yang ditemukan dari sumber bacaan (literatur) yang ada kaitannya tema yang akan diangkat dalam penelitian.

Pengertian dan Tujuan Kajian Pustaka - Tujuan utama kajian pustaka adalah untuk mengorganisasikan penemuan-penemuan peneliti yang pernah dilakukan. Hal ini penting karena pembaca akan dapat memahami mengapa masalah atau tema diangkat dalam penelitiannya. Di samping itu, kajian pustaka juga bermaksud untuk menunjukkan bagaimana masalah tersebut dapat dikaitkan dengan hasil penelitian dengan pengatahuan yang lebih luas.

Secara lebih rinci tujuan kajian pustaka, dapat dijelaskan sebagai berikut :
  1. Menentukan dan membatasi permasalahan penelitian.
  2. Meletakkan penelitian pada perspektif sejarah dan asosiasoinal.
  3. Menghindari replikasi yang tidak disengaja dan tidak perlu. Replikasi yang tidak sengaja terhadap penelitian yang pernah dilakukan oleh peneliti perlu dihindari karena hanya merupakan pemborosan.
  4. Menghubungkan penemuan dengan pengatahuan yang ada dan ususlan untuk penelitian lebih lanjut.

Karena tujuan ini, kajian pustaka bukanlah proses yang mudah dilakukan. Pembuatan kajian pustaka menuntut pemahaman yang komprehensif dari peneliti tentang pengatahuan yang pernah ditulis oleh orang lain dalam bidang yang menjadi konsepnya. Kajian pustaka meliputi kegiatan mencari, membaca, mengevaluasi, menganalisis dan membuat sistesis laporan-laporan penelitian dan teori, serta melaporkan amatan dan pendapat yang berhubungan dengan penelitian yang direncanakan.

Dalam kajian pustaka dimuat esensi-esensi hasil penelitian literatur yaitu berupa teori-teori. Uraian teori yang disusun bisa dengan kata-kata penulis secara bebas dengan tidak mengurangi makna teori tersebut, dapat juga dalam bentuk kutipan dari tulisan orang lain, yaitu kutipan langsung tanpa mengubah kata-kata atau tanda bacaan, kemudian dianalisis dibandingkan dan dikonstuksikan, teori-teori dan temuan-temuan itu harus relevan dengan permasalahan penelitian yang akan dilakukan. Kegunaannya adalah untuk bahan acuan penelitian. Kebenaran yang diperoleh dari penelitian tersebut karena ada acuan disebut kebenaran koherensi, artinya terdapat relevansi dengan teori-teori yang telah dikemukakan para ahli terdahulu.


Kepustakaan:
Ibnu Hadjar, Dasar-Dasar Metodologi Penelitian Kwantitatif Dalam Pendidikan (Cet. I; Jakarta : Raja Grafindo Persada, 1996). C.M. Lindvall, The Review of Related Research, dalam Gephart, Educational Research : Selected Reading (Cet. I; Columbus : Charles E. Merrill Pub. Co, 1969). Wardi Bachtiar, Metologi Penelitian Ilmu Dakwah (Cet. I; Jakarta : Logos, 1997).

Rabu, 09 April 2014

Teks Lagu Wajib Nasional Indonesia Raya

Teks Lagu Wajib Nasional Indonesia Raya
Di Posting Oleh : Admin
Kategori : Pengetahuan Blog Tutorial, Teknologi dan Kesehatan: Mangaip Blog | Berita Terkini dan Terbaru: Terbaru.co.id

Teks Lagu Wajib Nasional Indonesia Raya - Bangsa Indonesia sudah pasti mengenal lagu wajib satu ini yaitu Indonesia Raya karangan W.R. Supratman. nah, kali ini saya akan berbagi teks lengkap untuk lirik lau wajib nasional indonesia raya, silahkan simak dibawah ini:

Teks Lagu Wajib Nasional Indonesia Raya

Karya: W.R. Supratman


 Indonesia tanah airku,
Tanah tumpah darahku,
Di sanalah aku berdiri,
Jadi pandu ibuku.

Indonesia kebangsaanku,
Bangsa dan tanah airku,
Marilah kita berseru,
Indonesia bersatu.

Hiduplah tanahku,
Hiduplah neg'riku,
Bangsaku, Rakyatku, semuanya,
Bangunlah jiwanya,
Bangunlah badannya,
Untuk Indonesia Raya.

Indonesia, tanah yang mulia,
Tanah kita yang kaya,
Di sanalah aku berdiri,
Untuk s'lama-lamanya.

Indonesia, tanah pusaka,
P'saka kita semuanya,
Marilah kita mendoa,
Indonesia bahagia.

Suburlah tanahnya,
Suburlah jiwanya,
Bangsanya, Rakyatnya, semuanya,
Sadarlah hatinya,
Sadarlah budinya,
Untuk Indonesia Raya.

Indonesia, tanah yang suci,
Tanah kita yang sakti,
Di sanalah aku berdiri,
N'jaga ibu sejati.

Indonesia, tanah berseri,
Tanah yang aku sayangi,
Marilah kita berjanji,
Indonesia abadi.

S'lamatlah rakyatnya,
S'lamatlah putranya,
Pulaunya, lautnya, semuanya,
Majulah Neg'rinya,
Majulah pandunya,
Untuk Indonesia Raya.

Ref :

Indonesia Raya,
Merdeka, merdeka,
Tanahku, neg'riku yang kucinta!
Indonesia Raya,
Merdeka, merdeka,
Hiduplah Indonesia Raya.

Teks Pancasila Upacara Bendera

Teks Pancasila Upacara Bendera
Di Posting Oleh : Admin
Kategori : Pengetahuan Blog Tutorial, Teknologi dan Kesehatan: Mangaip Blog | Berita Terkini dan Terbaru: Terbaru.co.id

Teks Pancasila Upacara Bendera - Kali ini saya akan share teks pancasila yang biasa dibacakan pada saat upacara bendera. Masih pada upacara bendera yaitu tentang Teks SUSUNAN ACARA UPACARA BENDERA silahkan anda baca dan ssebagai bahan pengetahuan urutan acara pengibaran bendera setiap hari senin.

Teks Pancasila Upacara Bendera

1. Ketuhanan Yang Maha Esa.
2. Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab.
3. Persatuan Indonesia.
4. Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan / Perwakilan.
5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

 

Rabu, 24 Juli 2013

Makalah Sejarah Perang Salib

Makalah Sejarah Perang Salib
Di Posting Oleh : Admin
Kategori : Pengetahuan Sejarah Blog Tutorial, Teknologi dan Kesehatan: Mangaip Blog | Berita Terkini dan Terbaru: Terbaru.co.id

Makalah Sejarah Perang Salib ~ Apakah sobat sudah kenal dengan Perang Salib?? sebagai orang yang suka dengan sejarah pasti sudah mengenalnya, namun jika belum mengenal alangkah baiknya untuk bisa membaca sampai selesai tentang Sejarah Perang Salib.

Sejarah Perang Salib

Sejarah Perang Salib

A. Pendahuluan


Perang keagamaan (Perang Salib) yang terjadi hampir dua abad antara ummat Kristen di Eropa dengan ummat Islam di Asia menjadi sebuah sejarah panjang yang memberikan kontribusi berharga bagi kemajuan bangsa Eropa sekaligus sebuah peristiwa yang sangat memprihatinkan dan banyak memakan korban. Selain itu sejarah perang Salib akan menjadi pelajaran yang berharga bagi ummat manusia baik Barat maupun Timur.

Beberapa ulama enggan menyebut perang ini sebagai perang salib. Mereka punya istilah sendiri yaitu perang Sabil yang berasal dari kata perang Sabilillah atau Jihad Sabilillah (Perang atau Jihad di jalan Allah). Definisi umat Islam tentu saja adalah Perang di Jalan Allah untuk mempertahankan tanah suci Palestina dari serbuan kafir harbi Kristian.

Sedangkan perang Salib versi Katholik adalah ekspedisi ketenteraan yang dilakukan untuk merebut kembali tanah suci Palestina dari tangan penganut Mohammedanism, demikian definisi yang ada di beberapa kepustakaan Katholik .

Disebut dengan perang Salib karena ekspedisi militer Kristen mempergunakan salib sebagai pemersatu untuk menunjukkan bahwa peperangan yang mereka lakukan adalah perang suci dan bertujuan untuk membebaskan kota suci Baitul Maqdis dari tangan orang-orang Islam.

Sejarah manusia menunjukkan betapa agama kerapkali dijadikan alat untuk kepentingan tertentu. Ini juga halnya yang terjadi pada perang Salib (Crusade). [ Istilah Crusade yang berarti Perang Salib ini berasal dari bahasa Prancis yakni “Croix“ yang bermakna salib atau “Cross“. Disebut perang ini dengan Perang Salib karena perang ini dipelopori oleh Paus Paulus Urbanus II dalam menghimpun Perang Salib dan berjanji memberikan ampunan bagi mereka (pasukan yang terlibat) sampai pada target akhir merebuit Yerussalem dari tangan kaum muslimin. ] Karena perang ini merupakan reaksi dunia Eropa terhadap dunia Islam di Asia. Bagi orang Eropa sendiri perang ini dianggap sebagai kebangkitan agama, bahkan merupakan gerakan kerohanian yang tinggi yang mana dunia Kristen Barat menyadari dan menemukan identitas baru.

Kebencian Kristen terhadap ummat Islam dimulai sejak disebarkannya Islam ke daerah-daerah kekuasaan Bizantium, terutama pada abad ke-8 Masehi, yakni ketika ummat Islam melakukan ekspansi ke wilayah-wilayah yang dikuasai oleh Kristen di Eropa. Mereka melihat bahwa kekuasaan Islam dapat mengancam bahkan menghancurkan Konstantinopel sebagai ibukota kerajaan Bizantium. Dendam dan kebencian yang disimpan ummat Kristen mencetuskan perang Salib yang tujuannya adalah merebut kembali wilayah-wilayah yang sudah dikuasai ummat Islam.

Dalam pengkajian makalah ini penulis bertujuan untuk menjadikan fenomena sejarah masa lalu menjadi iktibar penting dengan menganalisis keberadaan perang Salib itu sendiri, agar kiranya tidak terulang di masa yang akan datang. Karena itu dalam makalah ini akan dikaji latar belakang perang Salib serta dampaknya bagi perkembangan sains di negara Barat.

B. Latar Belakang Perang Salib


Setelah Roma mengusir Yahudi dari Palestina, Yerusalem dan sekitarnya menjadi lenyap. Akan tetapi, Yerusalem kembali menjadi pusat perhatian setelah Pemerintah Romawi Constantine memeluk agama Nasrani (312). Orang-orang Roma Kristen membangun gereja-gereja di Yerusalem, dan menjadikannya sebagai sebuah kota Nasrani. Palestina tetap menjadi daerah Romawi (Bizantium) hingga abad ketujuh, ketika negeri ini menjadi bagian Kerajaan Persia selama masa yang singkat. Akhirnya, Bizantium kembali menguasainya.

Palestina ditaklukkan oleh Umar Bin Khattab, khalifah kedua. Ketika memasuki Yerusalem, toleransi, kebijaksanaan, dan kebaikan yang ditunjukkannya kepada penduduk daerah ini, tanpa membeda-bedakan agama mereka menandai awal dari sebuah zaman baru yang indah. Seorang pengamat agama terkemuka dari Inggris Karen Armstrong menggambarkan penaklukan Yerusalem oleh Umar dalam hal ini, dalam bukunya Holy War :

‘Khalifah Umar memasuki Yerusalem dengan mengendarai seekor unta putih, dikawal oleh pemuka kota tersebut, Uskup Yunani Sofronius. Sang Khalifah minta agar ia dibawa segera ke Haram asy-Syarif, dan di sana ia berlutut berdoa di tempat temannya Muhammad melakukan perjalanan malamnya. Sang uskup melihatnya dengan ketakutan: ini, ia pikir, pastilah akan menjadi penaklukan penuh kengerian yang pernah diramalkan oleh Nabi Daniel akan memasuki rumah ibadat tersebut; Ia pastilah sang Anti Kristus yang akan menandai Hari Kiamat. Kemudian Umar minta melihat tempat-tempat suci Nasrani, dan ketika ia berada di Gereja Holy Sepulchre, waktu sholat umat Islam pun tiba. Dengan sopan sang uskup menyilakannya sholat di tempat ia berada, tapi Umar dengan sopan pula menolak. Jika ia berdoa dalam gereja, jelasnya, umat Islam akan mengenang kejadian ini dengan mendirikan sebuah mesjid di sana, dan ini berarti mereka akan memusnahkan Holy Sepulchre. Justru Umar pergi sholat di tempat yang sedikit jauh dari gereja tersebut, dan cukup tepat (perkiraannya), di tempat yang langsung berhadapan dengan Holy Sepulchre masih ada sebuah mesjid kecil yang dipersembahkan untuk Khalifah Umar‘.

Sejak berdirinya kekuasaan Islam, orang-orang Kristen diberi kebebasan beragama dan kekuasaan dalam berbagai jabatan dalam pemerintahan. Ketika Yerussalem dan Syiria dibawah kekuasaan Dinasti Fatimiyah dari Mesir. Penguasa Mesir mendorong perniagaan dan perdagangan Kristen. Namun karena berbagai faktor, pada akhirnya konflik antara umat Islam dan Kristen tetap muncul yang berujung pada perang sangat besar yaitu perang Salib

Menurut Amir K. Ali ada beberapa faktor penyebab terjadinya perang Salib:

Perang Salib itu terjadi karena adanya konflik lama antara Timur dengan Barat, dalam hal ini antara orang Islam dengan orang-orang Kristen untuk saling menguasai. Munculnya Islam yang cepat menimbulkan suatu goncangan bagi seluruh Eropa Kristen sehingga pada abad ke-II pasukan orang Kristen Barat diarahkan untuk melawan Islam.

Pada masa itu Eropa Kristen di Yerussalem semakin bergairah pada abad II dibandingkan dengan waktu-waktu sebelumnya. Karena Palestina dibawah kekuasaan Turki.

Pada masa itu, Eropa Kristen ditandai oleh kekacauan feodalisme. Raja dan Pengeran terlibat perang satu sama lain.

Pendapat lain menyatakan bahwa faktor penyebab terjadinya Perang Salib adalah karena faktor agama, hal ini dapat dilihat dari tanda salib yang dipergunakan para tentara Kristen. Selain itu terdapat motif lain seperti perdagangan, pengembaraan atau keinginan membebaskan diri dari kesulitan hidup di Eropa.

Ummat Islam sudah memandang lebih baik hidup berdampingan dengan negara dan agama lain dengan tidak memaksa atau menguasai / menaklukkan negara lain. Tetapi tetap saja tokoh Kristen tetap menganggap Islam sebagai ideologi yang mengancam kejayaan Kristen di masa depan. Jihad tetap dianggap sesosok hantu yang menakutkan bagi ummat Kristen.

Sejumlah ekspedisi militer yang dilancarkan oleh pihak Kristen terhadap kekuatan muslim pada periode 1096 – 2073 M dikenal sebagai perang Salib.

Adapun penyebab terjadinya Perang Salib secara tidak langsung dilatar belakangi oleh beberapa hal, antara lain:

Faktor Agama

Sejak Dinasti Saljuk merebut Baitul Makdis dari tangan Dinasti Fatimiyah pada tahun 1070. Pihak Kristen merasa tidak bebas lagi menunaikan ibadah kesana. Hal ini disebabkan karena para penguasa sejak menetapkan sejumlah peraturan-peraturan yang dianggap mempersulit mereka yang pulang berziarah dan sering mengeluh karena mendapat perlakuan yang fanatik. Ummat Kristen merasa perlakuan penguasa Islam telah menghalangi ummat Kristen yang ingin beribadat he Baitul Makdis. Ada lagi pendapat yang mengatakan sentimen keagamaan ini muncul ketika khalifah Bani Fatimiah al-Hakim bin Amr-Allah menghancurkan Gereja Makam Suci (Church of The Holy Sepulchre), walaupun setelah itu penerusnya memperbolehkan Gereja itu dibangun lagi namun para peziarah Kristian yang datang lalu pulang dari Yerussalem membawa isu kekejaman umat Islam terhadap umat Nasrani baik yang menetap disana, maupun para peziarah.

Faktor Sosial Ekonomi

Pedagang-pedagang besar yang berada di pantai Timur Laut Tengah terutama yang berada di Kota Venezia Genoa, dan Pisa berambisi untuk menguasai sejumlah kota-kota dagang di sepanjang Pantai Timur dan Selatan Laut Tengah untuk memperluas jaringan dagangan mereka.

Sedangkan Faktor yang melatar belakangi perang ini secara langsung disebabkan permohonan Kaisar Alexius I kepada Paus Urbanus II untuk menolong Kekaisaran Byzantium menahan laju invasi tentara Muslim ke dalam wilayah kekaisaran tersebut. Pada tahun 1071, di Pertempuran Manzikert, Kekaisaran Byzantium telah dikalahkan oleh pasukan Muslim Seljuk dan kekalahan ini berujung kepada dikuasainya hampir seluruh wilayah Asia Kecil (Turki modern). Meskipun Pertentangan Timur-Barat sedang berlangsung antara gereja Katolik Barat dengan gereja Orthodox Timur, Alexius I mengharapkan respon yang positif atas permohonannya. Bagaimanapun, respon yang didapat amat besar. Paus menyeru bagi kekuatan invasi yang besar bukan saja untuk mempertahankan Kekaisaran Byzantium, akan tetapi untuk merebut kembali Yerusalem.

C. Proses Berlangsungnya Perang Salib


Sebagaimana telah diungkapkan pada pendahuluan bahwa meletusnya perang Salib memakan waktu yang lama, yakni hampir satu setengah abad. Berikut ini akan diuraikan bagaimana terjadinya Perang salib dari berbagai periode:

Perang Salib yang Pertama (1096 – 1144 M)

Perang Salib ini semula digerakkan oleh seorang Pendeta Prancis yang bernama Peter dan kemudian di back up oleh Paus di Patikan, Raja Kristen di Eropa dan oleh Kepala Kristen di Konstantinopel.

Paus Urbanus II selaku pemegang otoritas tertinggi di Barat mengumpulkan tokoh-tokoh Kristen, para Pendeta, para Kesatria dan orang-orang miskin pada tanggal 26 November 1095 di Clermont (Prancis sebelah Tenggara). Dalam pertemuan tersebut ia berpidato dan menyerukan kepada ummat kristen untuk bersatu padu dalam perang suci melawan ummat Islam. Dalam seruannya ia mengatakan bahwa orang-orang Turki Saljuk adalah kaum Barbar yang baru masuk Islam dan telah menghancurkan Anatolia di Asia Kecil (Turki Modern) serta mencaplok negeri-negeri Bizantium Kristen. Paus berteriak “ras yang terkutuk, ras yang sungguh-sungguh jauh dari Tuhan, orang yang hatinya tidak mendapat petunjuk dan tidak diurus Tuhan, maka membunuh para monster yang tidak bertuhan adalah tindakan suci, maka orang kristen wajib memusnahkan ras keji dari negeri kita“. Para Ksatria Eropa diseru untuk merebut Yerussalem dan membebaskannya dari kaum muslimin karena sangat memalukan bila kristus berada dalam genggaman kaum muslimin (persi Paus). Ia juga berjanji memberikan ampunan atas segala dosa-dosa bagi mereka yang turun ke medan juang. Mungkin inilah pidato paling berpengaruh yang pernah disampaikan oleh Paus sepanjang catatan sejarah. Orang-orang meneriakkan slogan Deus Vult (Tuhan menghendaki) sambil mengacung-acungkan tangan.

Dalam waktu yang sangat singkat seruan Paus berhasil mempengaruhi dan mengumpulkan lebih dari 150.000 pasukan Kristen yang dikumpulkan di Kostantinopel. Pasukan tersebut berasal dari Bangsa Prancis (Franks) dan Bangsa Normandia . Maka meletuslah perang besar yang dikenal dengan Perang salib ( The Crussade).

Ini merupakan serbuan pertama dalam sejarah Perang Salib yang telah memakan waktu dua abad. Serangan ini sebagai konsekuensi dari seruan Paus yang telah menggema dan mengguncang Prancis ketika itu. Pada tanggal 26 November 1905 M. Para Salibis berhasil menguasai Palestina dan mendirikan empat kerajaan besar, yakni di Baitul Makdis, di Antiochia, di Tripolisia dan di Edessa. Pembunuhan massal terjadi sehingga tidak kurang dari 70.000 mayat bergelimpangan disepanjang kota suci ini. Tangan, kepala dan kaki manusia berserakan dimana-mana. Bahkan ketika menaklukkan Tripoli, selain membantai masyarakatnya mereka juga membakar perpustakaan, perguruan tinggi dan sarana industri hingga menjadi abu.[ M. Yahya Harun, Perang Salib dan Pengaruh Islam di Eropa  Perselisihan antara sultan-sultan Saljuk memudahkan pasukan Salib merebut kekuasaan-kekuasaan Islam.

Peristiwa yang sangat memilukan ini menjadi dendam sejarah khususnya bagi kaum muslimin ketika itu, hingga pada tahun 512 H / 1127 M, muncul seorang pahlawan Islam yang tekenal Imaduddin Zanki, seorang Gubernur dari Moshul yang dapat mengalahkan pasukan Salib di Aleppo dan Hummah. Inilah kemenangan pertama bagi kaum muslimin, sehingga tentara Salib harus merasakan bagaimana tidak enaknya kalah sampai memakan banyak korban.

Perang Salib kedua (1144 – 1192)

Setelah terjadinya perang Salib pertama terdapat tiga negara tentara salib yang didirikan di timur: Kerajaan Yerusalem, Kerajaan Antiokhia, dan County Edessa. County Tripoli didirikan pada tahun 1109. Edessa adalah negara yang secara geografis terletak paling utara dari keempat negara ini, dan juga merupakan negara yang paling lemah dan memiliki populasi yang kecil, oleh sebab itu daerah ini sering diserang oleh negara Muslim . Sementara itu, Zengi, Atabeg dari Mosul, merebut Aleppo pada tahun 1128. Aleppo merupakan kunci kekuatan di Suriah. Pada tahun 1144, Zengi mengepung Edessa, yang akhirnya jatuh ketangannya setelah 1 bulan pada tanggal 24 Desember 1144. Zengi tidak menyerang sisa teritori Edessa, atau kerajaan Antiokhia, seperti yang ditakuti. Ketika ia dibunuh oleh seorang budak pada tahun 1146, maka digantikan di Aleppo oleh anaknya, Nuruddin. Joscelin berusaha untuk merebut kembali Edessa dengan terbunuhnya Zengi, tapi Nuruddin dapat mengalahkannya pada November 1146.

Setelah Edessa dikuasai Zengi, perang Salib Kedua diumumkan oleh Paus Eugenius III, dan merupakan Perang Salib pertama yang dipimpin oleh raja-raja Eropa, seperti Louis VII dari Perancis dan Conrad III dari Jerman, dengan bantuan dari bangsawan-bangsawan Eropa penting lainnya. Pasukan-pasukan kedua raja tersebut bergerak menyeberangi Eropa secara terpisah dan sedikit terhalang oleh kaisar Bizantium, Manuel I Comnenus; setelah melewati teritori Bizantium ke dalam Anatolia, pasukan-pasukan kedua raja tersebut dapat ditaklukan oleh bangsa Seljuk.

Setelah kekalahan ini, tentara Salib meminta tambahan pasukan kepada Paus. Dengan dipimpin langsung oleh Raja Louis VII dari Prancis, Kaisar Kouurad dari Jerman dan Putra Roger dari Silsilia mereka melakukan penyerbuan kembali tepatnya pada tahun 1147 – 1179 M. Serangan ini disambut hangat oleh Nuruddin Zanki (Putra Imaduddin Zanki) yang kehebatannya sama seperti ayahnya sehingga tentara Salib II tidak berkutik dan dapat dikalahkan.

Melihat ketangguhan kepemimpinan Nuruddin Zanki di Pantai Laut Timur Tengah, tentara Salib merubah arah penyerbuan dan menjadikan Mesir sebagai daerah target operasi. Penyerangan mereka disambut oleh Salahuddin al-Ayyubi di pertempuran Hattin yang dimenangkan oleh Salahuddin. Lalu Tentara Islam kemudian menyerang dan berhasil merebut kembali Baitul Makdis yang tadinya sudah dikuasai oleh Kristen setelah mereka menyerah. Sikap yang berbeda ia tunjukkan ketika berhasil menaklukan Yerussalem dengan tidak adanya pembantaian umat Kristen, tentara salib boleh pergi, kaum Nasrani dan Yahudi boleh tetap tinggal dengan membayar tebusan, markas Hospitaller dijadikan perguruan tinggi keagamaan, sebagian besar gereja latin diberikan kepada sekte Kristen lain, dan orang miskin yang tak mampu membayar tebusan ia tebus sebanyak 7000.

Shalahuddin segera memulihkan otoritas Khalifah Abbasiyah di Mesir dan setelah Dinasti Abbasiyah hancur Shalahuddin menjadi penguasa Mesir (570 – 590 H / 1174 – 1193 M) dan berhasil mendirikan Dinasti Ayyubiyah di Mesir tahun 1175 M.

Perang Salib Ketiga (1193 – 1291)

Tentara Salib bertahan dan memperkuat diri di Pelabuhan Shour di sebelah Barat dan mereka mengirim utusan (Pendeta) untuk mengirimkan Tentara Salib tambahan. Maka datanglah pasukan tambahan di bawah pimpinan Frederick Raja Australia dan Jerman dengan membawa 200.000 pasukan. Kemudian ditambah lagi tentara Eropa di bawah pimpinan Richard Hati Singa (the Lion Heart) semakin menyempurnakan kekuatan tentara Salib sehingga mereka dapat merebut kota Okka. Peristiwa ini sangat memilukan hati kaum muslimin. Richard si hati singa adalah monster pembunuh yang telah membantai 30.000 nyawa tawanan Islam.

Sebenarnya Salahuddin al-Ayyubi telah menyadari akan bahayanya membiarkan musuh memperkuat diri di Pelabuhan Shour dan telah meminta bantuan kepada Sultan Ya’tub Raja terbesar Muwahiddin yang menguasai daerah Marokko dan Andalusia Selatan untuk menghalangi datangnya bantuan. Sultan takut malah mereka yang akan menjadi sasaran serangan sehingga tidak mengirim bantuan. Tentara Salib dengan enaknya melewati selat Gibraltar. Namun demikian Shalahuddin berhasil mempertahankan dan merebut kembali Yerussalem dan ini merupakan hasil peperangan terbesar Shalahuddin al-Ayyubi.

Gagal untuk kembali merebut Yerussalem tentara Salib bergerak untuk menguasai Mesir dengan meninggalkan daerah yang telah mereka kuasai, yakni Kaisaria, Yaffa dan Asqalan. Kesempatan ini digunakan oleh Salahuddin dengan menyerang mereka dari belakang, sehingga dapat merebut kota Yaffa. Richard jatuh sakit dan menawarkan damai.

Secara diam-diam Salahuddin al-Ayyubi menyamar menjadi dokter dan datang ke kemah Richard untuk merawat dan mengobatinya. Dengan kasih sayang dan keluhuran budi ia merawat Richard sehingga sembuh. Setelah itu barulah ia memberitahukan siapa dirinya sebenarnya sehingga membuat Richard terkagum-kagum dan amat berterima kasih kepada Salahuddin. Keduanya pun sepakat berdamai pada tahun 1192 M. setahun kemudian wapatlah sang pahlawan Islam dalam usia 75 tahun pada tahun 58 H / 1193 M.[

Sebenarnya nuansa persaudaraan sudah terbina sehingga adik perempuan Richard dinikahkan dengan al-Malikul Adil untuk melanjutkan dan membina perdamaian, tetapi setelah mendengar berita wafatnya Salahuddin, Paus selalu menghasut raja-raja Eropa untuk melanjutkan perang. Pasukan Salib sudah pecah karena persaingan, tidak satu visi lagi maka pada tahun 1291 Sultan Asyyuraf Khalil dari Mesir berhasil mengusir tentara Salib dan bentengnya yang terakhir.

Perang salib keempat (1922)

Sebagaimana penulis uraikan di atas, berita kematian Salahuddin al-Ayyubi membangkitkan ambisi Paus Cylinsius III untuk mengirim tentara Salib IV. Namun tentara Salib IV ini tidak sedahsyat serbuan tentara Salib sebelumnya, sehingga sampai tentara Salib VIII dapat ditaklukkan oleh para Mujahidin Islam. Tahun 1922 M, resmilah tentara Salib penyerbu terusir dari Timur.

D. Dampak Perang Salib


Perang Salib yang berlangsung selama hampir dua abad (1095 – 1291) membawa dampak yang sangat berarti terutama bagi Eropa yang beradabtasi dengan peradaban Islam yang jauh lebih maju dari berbagai sisi. Perang Salib menghasilkan hubungan antara dua dunia yang sangat berlainan. Masyarakat Eropa yang lamban dan enggan terhadap perdagangan dan pendapatnya yang naïf terhadap dunia usaha. Masyarakat Eropa terkesan ortodok dan tradisional. Di sisi lain terdapat masyarakat Bizantium yang gemerlapan dengan vitalitas perkotaan, kebebasan berekonomi secara luas dengan tidak ada pencelaan dari ideologi tertentu dan dengan perdagangan yang maju.

Prajurit perang Salib datang dari benteng-benteng yang sangat gersang dan mengira bahwa mereka akan berhadapan dengan Bangsa yang biadab dan Barbar yang lebih dari mereka, ternyata terperangah ketika sudah berhadapan langsung dengan dunia Timur yang lebih beradab, maju dengan peredaran uang yang cukup banyak sebagai pondasi perekonomian.

Mereka sangat tertarik dengan peradaban serta budaya Islam yang jauh lebih maju. Bahasa Arab mulai mereka gunakan sebagai bahasa pergaulan sehari-hari. Tidak sedikit pula diantara mereka yag memeluk agama Islam dan kawin dengan penduduk asli. Hal inilah yang terjadi pada Richard the Lion Heart.

Secara sederhana dampak Perang Salib dapat dijelaskan sebagaimana berikut: Pertama : Perang salib yang berlangsung antara Bangsa Timur dengan Barat menjadi penghubung bagi Bangsa Eropa khususnya untuk mengenali dunia Islam secara lebih dekat lagi. Ini memiliki arti yang cukup penting dalam kontak peradaban antara Bangsa Barat dengan peradaban Timur yang lebih maju dan terbuka. Kontak peradaban ini berdampak kepada pertukaran ide dan pemikiran kedua wilayah tersebut. Bangsa Barat melihat kemajuan ilmu pengetahuan dan tata kehidupan di Timur dan hal ini menjadi daya dorong yang cukup kuat bagi Bangsa Barat dalam pertumbuhan intelektual dan tata kehidupan Bangsa Barat di Eropa. Interaksi ini sangat besar andilnya dalam gerakan renaisance di Eropa. Sehingga dapat dikatakan kemajuan Eropa adalah hasil transformasi peradaban dari Timur.

Kedua : Pra Perang Salib masyarakat Eropa belum melakukan perdagangan ke Bangsa Timur, namun setelah Perang Salib interaksi perdagangan pun dilakukan. Sehingga pembauran peradaban pun tidak dapat dihindarkan terlebih lagi setelah Bangsa Barat mengenal tabiat serta kemajuan Bangsa Timur. Perang Salib membawa perubahan yang cukup signifikan terhadap perkembangan ekonomi Bangsa Eropa. Kehidupan lama Bangsa Eropa yang berdasarkan ekonomi semata sudah berkembang dengan berdasarkan mata uang yang cukup kuat. Dengan kata lain Perang Salib mempercepat proses transformasi perekonomian Eropa.

Ketiga : Perang Salib sebagai sarana mengalirnya ilmu pengetahuan dari Timur ke Barat. Pasca penyerbuan yang berlangsung lebih dari 2 abad, para tentara Barat mulai menyesuaikan diri denga kehidupan Bangsa Timur. Mereka melihat ketinggian peradaban dan budaya Islam dalam berbagai aspek kehidupan, yakni, makanan, pakaian, alat-alat rumah tangga, musik, alat-alat perang, obat-obatan, ilmu pengetahuan, perekonomian, irigasi, tanam-tanaman, sastra, ilmu militer, pertambangan, pemerintahan, pelayaran (navigasi) dan lain-lain. Tentara Salib (crusaders) membawa berbagai keilmuan ke negara mereka dengan kata lain terjadi transformasi budaya (culture) dan peradaban (civilazation) dari Timur ke Barat.

Keempat : Bangsa Barat melakukan penyelidikan terhadap seni dan budaya (art and culture) serta pengetahuan (knowledge) dan berbagai penemuan ilmiyah yang ada di Timur. Hal ini meliputi sistem pertanian, sistem industri Timur yang sudah berkembang dan maju serta alat-alat teknologi yang dihasilkan Bangsa Timur seperti kompas kelautan, kincir angin dan lain-lain. Setelah kembali ke negerinya Bangsa Eropa menyadari betapa pentingnya memasarkan produk-produk Timur yang lebih maju, mereka mendirikan sistem-sistem pemasaran produk Timur. Maka semakin pesatlah perkembangan perdagangan antara Timur dengan Barat.

Kelima : Perang Salib yang meluluh-lantakkan infra dan suprastruktur terutama di negara-negara Timur berakibat tertanamnya rasa kebencian antara Timur dan Barat. Di benak Kristen Eropa diyakini sangat membenci warga Negara Timur baik yang beragama Kristen, Yahudi terutama terhadap muslim. Tentunya hal ini jika tidak disikapi dengan bijaksana akan menjadi bom waktu yang siap meledak kapan saja.

E. Penutup


Tragedi Perang Salib yang berlangsung selama hampir 2 abad mempengaruhi banyak hal, baik itu persepsi masyarakat Islam terhadap dunia Barat (Kristiani) dan cara pandang Kristen terhadap agama Islam. Saling menyerang dan membunuh yang terjadi pada Perang Salib tersebut secara kodrati memang hal yang wajar terjadi sesuai dengan kehendak zaman. Namun yang perlu diantisipasi oleh siapapun adalah menjadikan simbol-simbol sebagai pelegitimasi dan mengakumulasi kekuatan ummat untuk kepentingan-kepentingan tertentu yang pada akhirnya dapat merugikan bagi kehidupan ummat manusia itu sendiri. Hal ini terjadi sebagaimana peristiwa Perang Salib yang pada awalnya bukan hanya diawali oleh faktor agama tetapi sudah berbagai kepentingan yang bercampur aduk.

Perang Salib sekalipun dimenangkan oleh pihak Islam, tetapi jika dilihat dari perspektif peradaban (civilization) Islam sangat dirugikan dan sebaliknya Barat sekalipun kalah tetapi banyak belajar dan berhasil membangun peradaban yang lebih maju setelah melihat dasar-dasar sainsnya dari peradaban Islam. Dengan kata lain Barat berhutang jasa kepada Islam, sebab tanpa transformasi peradaban melalui tragedi Perang Salib ini, Barat tidak bisa berdiri tegak seperti sekarang ini.

Ummat Islam haruslah mencari dan dapat menemukan kembali mutiara yang hilang di masa lalu sehingga di masa mendatang Islam kembali mampu memimpin dunia dengan kejayaan peradabannya sebagaimana yang pernah dicapai pada masa dinasti-dinasti yang lalu.

Kamis, 09 Mei 2013

Mengenal Perbedaan Ushul Fiqh dan Fiqh

Mengenal Perbedaan Ushul Fiqh dan Fiqh
Di Posting Oleh : Admin
Kategori : Pengetahuan Blog Tutorial, Teknologi dan Kesehatan: Mangaip Blog | Berita Terkini dan Terbaru: Terbaru.co.id

Perbedaan Ushul Fiqh dan Fiqh - Banyak yang kebingungan antara membedakan ushul fikih dan fiqih, banyak orang mengatakan kalau ushul fiqih dan fiqih itu sama, dan juga banyak yang mengatakan ushul fiqih dan fiqih itu tyidak sama. untuk menjawab semua itu berikut penjelasan tentang perbedaan ushul fiqih dan fiqih:

Fikih

Pembahasan ilmu fiqh berkisar tentang hukum-hukum syar’i yang langsung berkaitan dengan amaliyah seorang hamba seperti ibadahnya, muamalahnya, apakah hukumnya wajib, sunnah, makruh, haram, ataukah mubah berdasarkan dalil-dalil yang rinci.

Ushul Fikih

Sedangkan ushul fiqh berkisar tentang penjelasan metode seorang mujtahid dalam menyimpulkan hukum-hukum syar’i dari dalil-dalil yang bersifat global, apa karakteristik dan konsekuensi dari setiap dalil, mana dalil yang benar dan kuat dan mana dalil yang lemah, siapa orang yang mampu berijtihad, dan apa syarat-syaratnya.

Perumpamaan ushul fiqh dibandingkan dengan fiqh seperti posisi ilmu nahwu terhadap kemampuan bicara dan menulis dalam bahasa Arab, ilmu nahwu adalah kaidah yang menjaga lisan dan tulisan seseorang dari kesalahan berbahasa, sebagaimana ilmu ushul fiqh menjaga seorang ulama/mujtahid dari kesalahan dalam menyimpulkan sebuah hukum fiqh.

Selasa, 12 Maret 2013

Membaca Sebagai Kebutuhan Bukan Hobi

Membaca Sebagai Kebutuhan Bukan Hobi
Di Posting Oleh : Admin
Kategori : Pengetahuan Blog Tutorial, Teknologi dan Kesehatan: Mangaip Blog | Berita Terkini dan Terbaru: Terbaru.co.id

Membaca Sebagai Kebutuhan Bukan Hobi - Ketika seseorang ditanya “Apa hobimu?” jawaban mereka akan bermacam-macam. Ada yang menjawab: “Hobi saya berenang, memancing, piknik/jalan-jalan dan lain-lain. Setiap orang memilih hobinya masing-masing, tak jarang hobi yang satu berbeda dengan yang lain. Termasuk kita juga mungkin pernah menemukan ada sebagian orang yang mempunyai hobi membaca.

Hal inilah yang membuat kami heran. Terheran bukan karena alangkah baiknya hobi itu, atau langka sekali orang yang mempunyai hobi seperti itu. Tapi apakah membaca menjadi sebuah hobi. Penulis tertarik dengan ulasan yang diberikan oleh DR. Rajib Al-Sirjany dalam bukunya Al Qira’ah manhajul hayah. Di sana beliau mengungkapkan dapatkah sebuah kegiatan membaca menjadi sebuah hobi. Dengan argumennya yang ringkas ia menjelaskan esensi membaca serta mengupas urgensi membaca dalam Islam dengan menyelipkan sedikit keadaan umat Islam belakangan ini.

Ketika seseorang berkata bahwa hobi saya adalah membaca, bukankah membaca sebuah kebutuhan hidup dan tidak hanya menjadi sebuah hobi. Bisakah seseorang mengatakan bahwa hobinya adalah minum air, contohnya. Bukankah setiap orang juga meminum air. Maka hal ini tidak dapat menjadi sebuah hobi, karena itu merupakan sebuah keniscayaan bukan sebuah hobi. Sama halnya juga ketika seseorang mengatakan: “Hobi saya adalah makan!” Kenapa demikian? Karena makan adalah suatu keniscayaan bukan sebuah hobi, maka setiap orang yang merasa lapar pasti akan makan, mungkin yang berbeda hanyalah macam makanannya, itu wajar-wajar saja. Tetapi ketika engkau dilarang untuk makan, tidur, dan bernafas maka ini dapat menyebabkan kematian, karena semua ini adalah kebutuhan hidup setiap orang. Dan menurut hemat kami, setiap orang haruslah membaca, bukan hanya membaca satu dua buku, sehari sebulan atau setahun saja, tapi membaca haruslah menjadi sebuah “metode hidup” .Janganlah hari-harimu berlalu begitu saja tanpa membaca, yang dimaksud membaca di sini bukan sekedar membaca tetapi membaca sesuatu yang menghasilkan manfaat, bacaan yang membangun bukan menjatuhkan, membawa perubahan bukan menghancurkan. Oleh karena itu membaca bukanlah sebuah hobi.

Sungguh tidak pantas lagi ketika kita mendengar seseorang berkata: “Saya tidak senang membaca, tidak biasa, atau cepat bosan membaca”. Karena hal ini sama seperti seorang berkata: “Saya bosan makan, maka saya tidak akan makan”. Ketika kita perhatikan sejarah Nabi, kita akan menemukan perhatian yang sangat besar terhadap kegiatan membaca. Maka tidaklah heran ketika membaca tidak hanya menjadi hobi tapi sudah menjadi sebuah metode hidup.

Sebagai contoh, Rasulullah SAW meminta pada tahanan musyrik yang ingin menebus dirinya untuk mengajarkan baca dan tulis kepada sepuluh orang Mukmin. Hal ini merupakan suatu yang aneh bukan. Karena kalau kita perhatikan keadaan umat Islam pasca perang Badr lebih membutuhkan harta, atau merawat para tahanan agar dapat memberikan tekanan pada kaum musyrikin atau mungkin dapat ditukar dengan tahanan umat Islam yang ada pada mereka. Tapi Rasul berfikir sesuatu yang lebih penting dari itu, yaitu bagaimana cara mengajarkan umat Islam agar dapat membaca. Apalagi waktu itu buta huruf masih meraja lela. Bukankah kebangkitan, kemajuan dan perkembangan suatu kaum tergantung pada kadar perhatian mereka terhadap baca tulis dan belajarnya kaum tersebut. Karena itu membaca sebuah kebutuhan yang sangat urgent.

Mari kita perhatikan wahyu pertama yang turun kepada Rasulullah SAW melalui Malaikat Jibril as Kalimat “Iqra”, bukankah ini mengundang sebuah perhatian tersendiri. Sebenarnya bisa saja wahyu itu dimulai dengan kata-kata lain, akan tetapi mengapa Al Quran yang diturunkan selama 23 tahun memulai dengan kata ini (Iqra’)? Lalu mengapa kata ini ditujukan pada Nabi bukankah beliau adalah seorang Ummi (tak dapat membaca dan menulis), padahal di sisi lain Beliau memiliki beribu-ribu keutamaan mulia dan perangai terpuji, dimana Al Quran bisa saja memulai dengan kelebihan dan keutamaan itu. Tetapi mengapa wahyu pertama malah memulai titahnya kepada kanjeng Rasul dengan perintah yang jelas, langsung, dan tercakup dalam sebuah kata yang mengandung sebuah metode hidup, membaca.

Keadaan Rasul yang tak tahu bagaimana cara dan apa yang dibaca ketika itu dengan jelas terlihat dari jawaban Beliau: “Ma ana bi qori‘ (Saya tak dapat membaca)”. Bukankah kalimat ini sudah cukup menjadi alasan agar Jibril memilih topik lain, atau menjelaskan maksud yang ia (Jibril) inginkan. Tapi Jibril malah mendekap Nabi dengan sangat keras kemudian ia memerintahkannya dengan perintah yang sama, Iqra‘.

Nabi sendiri tidak tahu apa yang ia inginkan, bahkan ia tak tahu siapa orang yang ada di hadapannya itu dan bagaimana ia bisa datang ke tempat itu. Kejadian ini pun berulang–ulang sampai tiga kali dan akhirnya Jibril melepaskannya seraya membacakan kelima ayat pertama surat Al-’Alaq. Semua kejadian ini sebelum Jibril menyatakan bahwa ia adalah Malaikat utusan Allah, Ia adalah Rasulullah, wahyu itu adalah Al Qur’an, dan agama baru ini adalah Islam. Sebelum adanya semua pernyataan ini ia menyuruh Nabi sebuah perintah yaitu membaca.

Tidakkah cukup hal itu menjadi sebuah bukti kepada Umat Islam akan pentingnya membaca!

Apakah masuk akal jika sebuah awal kata yang diturunkan dalam Al Qur’an merupakan sebuah hobi, yang disenangi sebagian orang dan dijauhi bahkan dibosani sebagian lainnya!

Al Quran terdiri lebih dari 1770 kata, tapi kata iqra (membaca) adalah kata pertama yang diturunkan dalam Al Quran. Ia juga mengandung ribuan kata perintah seperti Shalat (wa aqimus shalah), zakat (wa atuz zakah), jihad dan lain-lain, tapi kata perintah pertama adalah membaca (iqra). Bahkan tidak hanya berhenti di sini, kelima ayat pertama yang diturunkan seluruhnya juga berbicara tentang topik membaca. Kata iqra‘ juga disebut berulang-ulang sebanyak dua kali.

Lalu yang menjadi pertanyaan selanjutnya, mengapa kita harus membaca? apakah ia merupakan sebuah perantara atau tujuan?

Membaca adalah sebuah perantara, kita membaca untuk belajar. Hal ini telah Allah jelaskan pada kelima ayat surat Al-Alaq tadi, “Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya”. Peran membaca sebagai perantara untuk mencapai sebuah pengetahuan semakin terasa penting terlihat dari ayat di atas. Walau kita tahu bahwa pengetahuan adalah tujuan membaca tetapi Allah tidak memulai Al Quran dengan kata ta’allam (belajarlah) bahkan Ia malah memulai dengan kata iqra‘ (bacalah).

Memang banyak sarana untuk belajar seperti mendengar, melihat, mencari pengalaman, dan bereksperimen. Tapi sarana terbesar untuk belajar adalah membaca. Seakan-akan Allah mengajarkan kita bahwa sekalipun terdapat begitu banyak sarana belajar tapi kita tetap harus membaca. Dari sini kita dapat mengambil kesimpulan bahwa membaca bukanlah sekedar hobi tapi ia merupakan sebuah metode hidup. Menengok sejenak keadaan umat Islam sekarang ini, kita temukan buta huruf masih merajalela. Sebuah keterpurukan pada umat Al Quran. Umat yang kata pertama dalam pegangan hidupnya adalah membaca. Sungguh amat berbanding terbalik dengan konsep yang diajarkan Islam.

Persentase buta huruf secara kesuluruhan (sama sekali tidak bisa baca atau menulis) pada bangsa Islam mencapai 37 %. Tapi dengan keadaan buta huruf yang sudah sangat kritis ini dunia Islam hanya menganggarkan kurang dari 4% dari income total mereka. Hal ini menunjukkan bahwa masalah ini tidaklah dianggap sebagai sebuah persoalan penting bagi mereka. Dan ini adalah sebuah problem besar yang membutuhkan perhatian lebih. Angka 37% itu hanya buta huruf yang terlihat jelas, belum terhitung buta huruf lainnya yang secara tidak langsung sudah tersebar pada Umat ini. Ternyata tingkatan “buta huruf” juga terdapat pada orang-orang yang dapat membaca dan menulis dengan baik, bahkan mereka pun telah menamatkan jenjang Perguruan Tinggi. Contohnya tak sedikit orang yang telah lama bergelut dalam baca dan tulis, tapi anehnya kadang mereka tidak tahu banyak hal yang sangat penting yang terjadi di dunia ini. Bukankah ini merupakan kebutaan dalam umat kita!

Ada juga orang yang masih awam terhadap agama. Bahkan mungkin kita pernah temui seorang Profesor di sebuah Universitas, seorang dokter spesialis, atau pengacara ulung yang tidak tahu hal-hal sepele dalam agama mereka. Atau mungkin masih ada orang yang belum tahu tentang hal-hal dasar dalam undang-undang dan aturan-aturan hidup mereka.

Kunci tegak dan berdirinya suatu Umat adalah kata “iqra“. Tidak mungkin sebuah umat dapat tegak berdiri tanpa membaca. Oleh karena itu salah seorang “dedengkot” Yahudi pernah berkata: “Kami tak pernah takut dengan bangsa Arab (Islam), karena mereka adalah bangsa yang tak dapat membaca”. Benarlah apa yang dikatakan Yahudi itu walau sebenarnya mereka adalah pembual ulung. Karena Umat yang tidak dapat membaca adalah umat yang tidak memiliki wibawa dan tak perlu disegani.

Mudah-mudahan tulisan ini dapat menggugah dan membawa pencerahan bagi penulis khususnya serta para muslimin umumnya untuk dapat mengaplikasikan titah awal yang diperintahkan pada Umat ini, membaca. Amin. Wallahu wa Rosuluhu ‘Alam.

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2011/12/17262/membaca-itu-bukan-hobi/

Cara membangun Budaya Membaca dan menulis

Cara membangun Budaya Membaca dan menulis
Di Posting Oleh : Admin
Kategori : Pengetahuan Blog Tutorial, Teknologi dan Kesehatan: Mangaip Blog | Berita Terkini dan Terbaru: Terbaru.co.id

Cara membangun Budaya Membaca dan menulis - Sejak SD hingga perguruan tinggi, semua orang diajar membaca dan menulis. Seorang lulusan SMA sudah dilatih selama 12 tahun membaca dan menulis. Buat mencatat pelajaran dan mengerjakan ulangan atau ujian, selalu dilakukan dengan membaca dan menulis. Sarjana memiliki pengalaman lebih panjang lagi dalam membaca, terutama menulis. Kelulusannya sangat ditentukan oleh karya tulisnya. Skripsi.

Oleh: Thomas Koten

Pada zaman Raja Babilonia Hamurabi, sekitar 1700 tahun Sebelum Masehi, sudah muncul karya tulis yang ditulis oleh sang raja. Kala itu, dikenal dengan Kode Hamurabi yang dijadikan sebagai aturan tertulis untuk mengelola masyarakat. Para filsuf besar Yunani kuno sekitar abad ketiga-kelima SM  seperti Aristoteles, Plato dan Socrates, juga meninggalkan pemikiran-pemikiran hebat tertulis.

Demikian juga dalam hal membaca. Sekitar tahun 610 Masehi, Malaekat Jibril pun turun dari langit menemui lelaki 40 tahun yang tengah berkontemplasi alias bertapa di dalam gua batu di atas gunung. “Bacalah! Bacalah!” seru Jibril. Apa yang mesti dibaca, tentu bukan tulisan, melainkan fenomena alam. Dan mengenai fenomena atau tanda-tanda alam, nenek moyang kita juga pandai membaca dan memaknainya. Bahwa alam dan segala fenomenanya juga merupakan suatu karya tulis yang perlu dibaca.

Menulis, memperpanjang usia
Dan kita kini dapat menyelami pemikiran-pemikiran para pendahulu kita lewat segala hasil karya tulis mereka. Juga cara membaca, baik dalam bentuk karya tulis maupun tanda-tanda alam, yang oleh sang budayawan Dick Hartoko, dikenal dengan istilah Tanda-Tanda Zaman yang dimuat dalam majalah Basis.  Dan dengan membaca buku-buku karya  orang-orang besar di dunia, para bapa bangsa kita dapat mendirikan dan membentuk negara. Sebagaimana mana kita ketahui bangsa dan Negara ini lahir dari tumpukan ide yang dihasilkan paa pendiri bangsa yang gemar membaca, berdiskusi dan menulis.

Proklamator RI, Soekarno, memiliki hubungan intim dengan membaca dan menulis. Banyak sekali buku yang dibaca dan ditulisnya. Pidato-pidatonya yang hebat itu umumnya ditulisnya sendiri. Beliau mengakui merasa utang budi dengan orang-orang besar di dunia yang didapatnya lewat membaca buku-buku mereka. Di sebuah pameran buku di Jakarta pada 1950, Soekarno membocorkan rahasianya lewat tulisan di buku tamu: “Buku-buku adalah temanku. Di sana aku bertemu orang-orang besar. Pikiran-pikiran mereka menjadi pikiranku. Cita-cita mereka menjadi dasar pendirianku.”

Lain lagi dengan Jorge Luis Borges (1899-1986), sastrawan Argentina, pernah membayangkan surga sebagai sejenis perpustakaan. Kegilaan Borges membaca buku membuat matanya hampir buta. Ajip Rosidi, seorang sastrawan dan budayawan kita, juga terkenal gila buku. Dari kegilaannya membaca buku dan segala karya tulis orang itulah, dikatakannya sebagai pemompa semangatnya menulis puluhan buku sastra dan budaya.

Pertanyaan, apakah kini di zaman teknologi komputer-internet ini akan terus tumbuh subur minat membaca dan menulis di kalangan masyarakat? Ingat, pentingnya membaca dan menulis menjadi tak terbantahkan. Dengan membaca dan menulis, kita dapat menguasai dunia. Dunia yang kini berada dalam genggaman teknologi komunikasi, tidak terlepas dari perkembangan budaya membaca dan menulis itu. Dalam lingkup terbatas untuk diri sendiri, dikatakan menulis dapat membantu mengangkat karier.

Sedangkan,  untuk jangka panjang, menulis dapat membuat usia kita jauh lebih panjang. Kita bisa berkomunikasi dengan manusia di banyak zaman. Usia kita pun terasa jauh lebih panjang dari masa hidup kita sendiri. Dengan menulis kita dapat beramal mencerdaskan bangsa dari generasi ke generasi. Menulis juga dapat menjadikan kita terbebas dari beban hidup dan stress. Bahkan, menulis dapat mempertautkan pikiran dan hati yang teraktualisasi dalam komtemplasi dan pematangan diri.

Dan kini, masyarakat membaca dan menulis, sungguh ditantang dengan perkembangan teknologi internet. Habitus membaca dan menulis, diganti dan digiring memasuki jagat maya (cyberspace) beserta budaya maya (cybercultures). Sehingga, masyarakat kini terlahir dengan habitus baru, yaitu seperti membaca layar atau screen-reading. Dalam habitus atau budaya baru ini dituntut aneka keahlian lain, misalnya soal penguasaan bahasa asing, terutama Inggris. Juga, soal keterampilan dalam mengoperasikan program, membuka laman-laman di layar selancar. Tidak terabaikan kemampuan dalam memilah informasi (information) dan pengetahuan (knowledge).

Celakanya, lahirnya habitus baru-budaya teknologi ini di tengah masyarakat kita yang belum tumbuh subur dan kuat budaya membaca dan menulis. Budaya kita masih kental dengan budaya lisan. Teeuw (1994), menelusuri rendahnya budaya baca masyarakat Indonesia. Kolumnis P Ari Subagyo, yang menelaah buku Teeuw dengan memaparkan ada empat tahap perkembangan budaya, yakni kelisanan murni, khirografik (mendengar kisah yang dibacakan) tipografik (membaca dan menulis) serta elektronik (mendengar dan menonton).

Menurut Teeuw, mayoritas masyarakat Indonesia memasuki tahap elektronik tanpa pembatinan atau pencernaan budaya baca dan tulis yang sungguh-sungguh. Saat budaya baca dan tulis belum kuat benar, mereka dimanjakan tradisi pascabaca (mendengar dan menonton), khas tahap elektronik. Budaya baca lalu teraborsi: belum tumbuh utuh, tetapi sudah harus mati. Maka, kehadiran internet dapat menjadi ironi kultural. Internet mensyaratkan tingginya budaya baca, tetapi menghampiri masyarakat Indonesia yang tunabudaya baca. Artinya, seperti kata P Ari Subagyo, meski banyak orang Indonesia menggunakan internet, hakikatnya mereka tidak menghidupi budaya baca karena sekadar melanggengkan budaya mendengar dan menonton jilid baru.

Penyakit di zaman internet
Di zaman internet, tak disadari, semakin memudarnya habitus dan budaya membaca dan menulis. Jutaan buku dan informasi ilmu pengetahuan di jagat maya memungkinkan pencarian pengetahuan secara instan. Anak-anak sekolah sekarang juga kebanyakan diberi tugas untuk mendapatkan pengetahuan secara instan dengan mengambilnya dari internet. Membaca buku konvensional pun mulai ditinggalkan. Budaya menonton di layar kaca dan budaya lisan lebih dikembangkan daripada budaya menulis. Penggunaan handphone telah sungguh-sungguh menyuburkan budaya lisan dan mulai mematikan budaya menulis.

Maka, bisa dibayangkan sejauh mana penguasaan ilmu pengetahuan oleh anak-anak kita di era facebook ini, lantaran semua diperoleh secara instan? Padahal, membaca dan menulis, kemudian menguasai ilmu pengetahuan yang paling baik adalah melalui membaca dan menulis, yang dilalui secara konvensional, bukan secara instan. Dan pudarnya etos membaca sebenarnya mengisyaratkan bencana besar, yakni runtuhnya pengelolaan pengetahuan (knowledge management) dan pembangunan pengetahuan (knowledge building) masyarakat Indonesia.

Dengan demikian, jika ingin menguasai ilmu pengetahuan sebagai jalan menggenggam  dunia, maka jalan yang harus ditempuh adalah dengan menguasai habitus membaca dan menulis secara konvensional yang didukung dengan penguasaan teknologi internet. Membaca dan menulis harus dijadikan sebagai budaya yang terus dibangun dan dikembangkan. Dan secara lebih bersahaja, adalah bahwa di tengah kemajuan teknologi internet yang memanjakan itu, masyarakat tetap menjadikan membaca dan menulis secara konvensional sebagai habitus dan/atau budaya yang mengasyikkan dan menjelma di jalan menuju kesempurnaan hidup. (***)

Penulis adalah Seorang penulis, pembelajar filsafat

Sumber : http://www.metrosiantar.com/2012/membangun-budaya-baca-menulis/

Kamis, 07 Maret 2013

Teknik Cara menulis Memo atau Pesan Singkat

Teknik Cara menulis Memo atau Pesan Singkat
Di Posting Oleh : Admin
Kategori : Pengetahuan Blog Tutorial, Teknologi dan Kesehatan: Mangaip Blog | Berita Terkini dan Terbaru: Terbaru.co.id

Cara menulis Memo atau Pesan Singkat - memo atau biasanya disebut Pesan singkat atau memorandum. Memo digunakan dalam situasi resmi. Memo merupakan surat dinas yang isinya singkat dan dipakai secara intern dalam suatu instansi atau lembaga. Untuk menambah pengetahuan kita setelah cari referensi rasanya semua ilmu ada teknik atau caranya tersendiri, Cara menulis Memo atau Pesan Singkat saya persembahkan untuk sobat yang belajar tentang memo. 

Memo dapat berupa peringatan, perintah, dan pertanyaan. Pesan singkat biasa juga digunakan dalam keluarga, untuk situasi yang tidak resmi. Pesan singkat tidak resmi juga memiliki fungsi seperti memo, yaitu pesan singkat/ pendek dari atasan kepada bawahan dalam satu instansi atau lembaga. Dalam keluarga, pesan ini digunakan oleh ayah kepada anaknya atau dari kakak kepada adiknya.

A. Memo Resmi

Keterangan:
1. Kepala memo berisi nama dan alamat instansi.
2. Tempat dan tanggal memo dibuat.
3. Isi memo ditulis dengan maksud pembuat memo.
4. Kaki memo, berisi jabatan, tanda tangan, dan nama pembuat memo.
Untuk membuat memo resmi, bahasa yang digunakan adalah bahasa formal.

B. Memo Tidak Resmi
Dalam menulis memo, isi harus singkat dan jelas. Kalimat yang digunakan harus efektif. Bahasa yang digunakan pun harus santun. sekian dulu Teknik Cara menulis Memo atau Pesan Singkat . semoga bermanfaat.

Sumber : http://semuatentangcaracara.blogspot.com/2012/09/cara-menulis-memo-atau-pesan-singkat.html

Cara Membaca Cepat dan Benar

Cara Membaca Cepat dan Benar
Di Posting Oleh : Admin
Kategori : Pengetahuan Blog Tutorial, Teknologi dan Kesehatan: Mangaip Blog | Berita Terkini dan Terbaru: Terbaru.co.id

Cara Membaca Cepat dan Benar - Suatu hal tidak ada yang sulit jjika mau mencoba dan tetap berusaha, teknik cara membaca cepat dan benar sekarang sudah banyak diciptakan. kali ini artikel ilmiah lengkap share mengenai cara membaca cepat dan benar, teknik ini saya dapatkan di google.com dan lumayan baik untuk dicoba.

Membaca cepat adalah membaca dengan teknik cepat tanpa mengurangi pemahaman terhadap isi bacaan. Biasanya dalam kegiatan membaca cepat dapat dibaca sekitar 200 kata per menit. Kemampuan pemahaman dikatakan berhasil apabila pembaca mampu menjawab pertanyaan bacaan dengan kecepatan jawaban benar 75%. Pernahkah kamu berlatih membaca cepat? Sudah berhasilkan usaha tersebut? Kecepatan membaca dan kemampuan memahami isi bacaan dapat kita tingkatkan.

Hal itu bergantung pada teknik dan kemampuan kita. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam membaca cepat adalah sebagai berikut.

1. Metode gerak mata
Metode ini merupakan cara membaca dengan memperluas jangkauan mata dan mengurangi regresi/pengulangan. Bacalah teks dalam hati dengan memperluas pandangan jangkauan mata. Usahakan jangan sampai mengulang kata atau kalimat yang sudah kamu baca. Membaca mundur disebut regresi. Hal itu akan memperlambat kecepatan membaca dan mengganggu dalam memahami isi bacaan.

2. Menghilangkan kebiasaan membaca dengan bersuara
Dalam membaca cepat, bacalah teks dalam hati! Janganlah kamu membaca dengan bersuara dengan mulut bergerak-gerak seperti akan menyuarakan sesuatu. Jangan menggunakan wajah, tangan, dan alat lain untuk menunjuk kata demi kata dalam bacaan tersebut. Hal itu akan memperlambat kamu dalam membaca cepat.

3. Meningkatkan konsentrasi
Fokuskan konsentrasi, meliputi mata, pikiran, maupun hati pada isi bacaan. Pikiran harus bersih dan positif. Jangan diisi hal-hal lain atau pendapatmu sendiri ketika sedang membaca. Hati kita pun harus senang, ikhlas, dan bersungguh-sungguh. Hal-hal tersebut akan membantu kita memahami isi bacaan dengan lebih maksimal.
Kecepatan membaca dihitung dengan KPM (kecepatan per menit). Jadi, perhitungannya = banyaknya kata yang dibaca dalam waktu satu menit.

Misalnya:
Joni membaca bacaan 75 baris yang setiap baris terdiri atas rata-rata 10 kata. Jadi, bacaan yang dibaca Joni sejumlah 750 kata. Joni memulai membaca pada pukul 17.00 dan selesai membaca pukul 17.03. Jadi, waktu yang dibutuhkan Joni dalam membaca adalah = akhir membaca – awal membaca = 17.03 – 17.00 = 3 menit. Jadi, kecepatan membaca Joni adalah 250 KMP.

Sumber DISINI

Selasa, 05 Maret 2013

Contoh Teks Doa Upacara Bendera

Contoh Teks Doa Upacara Bendera
Di Posting Oleh : Admin
Kategori : Pengetahuan Blog Tutorial, Teknologi dan Kesehatan: Mangaip Blog | Berita Terkini dan Terbaru: Terbaru.co.id

 Doa Upacara Bendera

Assalamualaikum Wr. Wb.Bismillahhirrahmanirrahim.Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.Maha suci Allah Yang Maha Esa, Pencipta alam semesta. Segalasesuatu atas kodrat dan iradat-Nya. Tidak ada makhluk yang dapatberbuat sekehendaknya, tanpa seizing Allah Yang Maha Kuasa.

Pada hari ini, kami sekeluarga besar SMP/SD ......... melaksanakan upacara bendera. Kami sadar betapa besar lindungan-Mu ya Allah kepada kami, di saat-saat melaksanakan upacara ini.

Ya Allah, ampunilah dosa dan kealpaan kami, ayah dan ibukami, serta guru-guru kami, karuniakanlah kesabaran, ketahanan,dan keteguhan iman kepada kami dan kepada seluruh bangsa kami.

Ya Allah, hindarkanlah sekolah kami dari segala halangan danrintangan, jauhkanlah kami dari sifat malas yang merusak ketahanansekolah, agar kami dapat mengikuti kegiatan belajar mengajardengan tenang.

Ya Allah, limpahkan kepada warga sekolah kami taufik danhidayah serta kekuatan untuk memikul tugas bangsa, nusa, dan agama.

Rabbana aatina fiddunya hasanah wa fil aakhirati hasanah wa qinaadzabannar wal hamdulillahi rabbil aalamin.

Ya Allah, kabulkanlah permohonan dan doa kami.Wassalamualaikum Wr. Wb.


Sekian dulu  Contoh Teks Doa Upacara Bendera, namun jika teksnya terasa kurang lengkap bisa ditambah sendiri.

Teks SUSUNAN ACARA UPACARA BENDERA

Teks SUSUNAN ACARA UPACARA BENDERA
Di Posting Oleh : Admin
Kategori : Pengetahuan Blog Tutorial, Teknologi dan Kesehatan: Mangaip Blog | Berita Terkini dan Terbaru: Terbaru.co.id

Teks SUSUNAN ACARA UPACARA BENDERA - Dalam upacara yang dilaksanakan setiap hari senin tidak luput dari teks susunan upacara bendera, sebagai pengatur susunan upacara agar runtut. Kali ini saya ingin share susunan acara upacara bendera dibawah ini:
 
SUSUNAN ACARA UPACARA BENDERA
Upacara Pengibaran Bendera Merah PutihHari ______ tanggal ______ tahun ______ segera dimulai.

  1. Masing-masing pemimpin barisan menyiapkan barisannya.
  2. Pemimpin upacara memasuki lapangan upacara, peserta disiapkan.
  3. Penghormatan peserta upacara kepada pemimpin upara dipimpin oleh pemimpinbarisan yang paling kanan.
  4. Laporan setiap pemimpin barisan kepada pemimpin upacara.
  5. Pembina upacara memasuki lapangan upacara.
  6. Penghormatan peserta upacara kepada pembina upacara dipimpin oleh pemimpinupacara.
  7. Laporan pemimpin upacara kepada pembina upacara bahwa upacara siap dimulai.
  8. Pengibaran Bendera Merah Putih diiringi lagu Indonesia Raya.
  9. Mengheningkan cipta dipimpin oleh pembina upacara.
  10. Pembacaan teks Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.
  11. Pembacaan teks Pancasila, diikuti oleh seluruh peserta upacara.
  12. Amanat pembina upacara, peserta upacara diistirahatkan.
  13. Pembacaan doa.
  14. Laporan pemimpin upacara kepada pembina upcara bahwa upcara telah selesaidilaksanakan.
  15. Penghormatan kepada pembina upacara dimpimpin oleh pemimpin upacara.
  16. Pembina upacara meninggalkan lapangan upacara.
  17. Penghormatan kepada pemimpin upacara dipimpin oleh pemimpin barisan yang paling kanan.
  18. Pengumuman-pengumuman.
  19. Upacara selesai, barisan dibubarkan oleh pemimpin upacara

Makalah Tentang Pengertian Sabar

Pengertian Sabar | Sabar bukan hanya karena manusia itu gagal. Namun jikapun berhasil maka sabarlah yang akan menyelamatkan manusia agar te...